Suatu hari, aku menonton pelombaan di dekat rumah bude ku. Bekas-bekas hujan masih turun membasahi jalan. Karena sudah malam, aku pulang bersama om ku. Saat di jalan, semakin menuju rumahku, hujan semakin deras. Om ku tampak kedinginan dengan kaos tipis nya. Saat sampai di jalan gang rumahku, aku terpana, tidak menyangka. Seorang bapak sedang menengadahkan gelasnya di bawah tempias air dari atap rumahnya (Rumah itu tak patut disebut rumah. Luasnya hanya 3 x 3 meter dan dindingnya berasal dari triplek). Setelah itu, sang bapak meminumkannya kepada seorang anak kecil bertubuh kurus. Anak itu pastilah anaknya. Seperti inikah kehidupan mereka? Tidak mampu menikmati air bersih? Selama ini aku tidak pernah sadar tentang mereka. Sebegitu tidak pedulinya aku terhadap lingkunganku. Ternyata, gak cuma di luar sana. Tapi juga di dekatku, di sampingku, di depanku, ada orang-orang yang kekurangan. Tapi aku tak pernah melihatnya. Ohh, sungguh malang. Padahal untuk bersyukur saja, kadang aku tidak bisa. Bagaimana jika aku seperti mereka?
Mereka adalah orang-orang HEBAT dengan hati yang berjiwa besar.
Kawan-kawan,
Berjuanglah..TUHAN slalu menyertai kalian. :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar